<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806</id><updated>2012-02-16T16:25:55.780-08:00</updated><title type='text'>jodi nGeblog</title><subtitle type='html'>djodi nge-blog</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-7404273138276377463</id><published>2011-10-07T09:44:00.000-07:00</published><updated>2011-10-07T10:16:57.873-07:00</updated><title type='text'>10 ALASAN SBI harus dihentikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-war5e3pB6KY/To8z_a8991I/AAAAAAAAAF0/bc8NN9ZWkYY/s1600/YDi4EyB_ckabLtEZthWkTQsEHK1w.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 69px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-war5e3pB6KY/To8z_a8991I/AAAAAAAAAF0/bc8NN9ZWkYY/s200/YDi4EyB_ckabLtEZthWkTQsEHK1w.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660800421287819090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10 Kelemahan  SBI harus dihentikan mulai dari Salah konsep hingga merusak bahasa dan mutu pendidikan, program SBI dianggap tidak cocok dan harus segera ditinggalkan demikian dilontarkan oleh ketua Umum IGI Satria Dharma dalam petisi Pendidikan tentang Sekolah Bertaraf Internasional Yang dinilai sebagai Program Gagal, “Program SNI itu salah salah konsep, buruk dalam pelaksanaan dan 90 % pasti  gagal  diluar negeri konsep ini gagal dan ditingalkan,” kata Satria tentang petisi itu. Kesepuluh kelemahan itu adalah :&lt;br /&gt;1. Program tidak jelas tidak didahului riset sehingga konsep buruk&lt;br /&gt;2. SBI model yang salah konsep harusnya news developed namun kenyataannya &lt;br /&gt;        Existing School&lt;br /&gt;3. Kemdiknas mengasumsikan Pengajarnya harus memiliki TOEFL &gt; 500 padahal tidak     &lt;br /&gt;        ada hubungan antara toefl dan ukuran kompetensi pedagogis&lt;br /&gt;4. Guru tidak mungkin bisa disulap mampu dalam 5 hari dapat mengajar materi &lt;br /&gt;        dalam bahasa Ingris akibatnya banyak siswa SBI justru gagala dalam UN karena &lt;br /&gt;        tidak paham materi &lt;br /&gt;5. Bahasa Pengantar dalam Bahasa Inggris  kenyataannya di Jepang, China dan &lt;br /&gt;        Korea justru mengunakan bahasa Nasional namum siswanya tetap berkualitas &lt;br /&gt;        Dunia&lt;br /&gt;6. SBI  telah menciptakan diskriminasi, kastanisasi dalam pendidikan &lt;br /&gt;7. SBI telah menjadikan sekolah publik berubah menjadi sangat komersial&lt;br /&gt;8. SBI mengunakan LCD, CD dan VCD  karena tanpa itu sekolah tidak berkelas &lt;br /&gt;        dunia, program ini lebih memetingkan alat ketimbang proses padahal pendidikan &lt;br /&gt;        adalah masalah proses&lt;br /&gt;9. Tujuan pendidikan yang salah seolah menjadikan siswa yang cerdas akademik &lt;br /&gt;        belaka padahal pendidkan bertujuan mendidik manusia seutuhnya termasuk seni, &lt;br /&gt;        budaya &amp; olaraga&lt;br /&gt;10. SBI merupakan pembohongan Publik memberikan persepsi yang keliru seolah-olah &lt;br /&gt;        SBI “akan” menjadikan sekolah bertaraf INTERNASINAL  dengan berbagai &lt;br /&gt;        kelebihannya padahal kemungkinan tersebut tidak mungkin bahkan bisa &lt;br /&gt;        menghancurkan kualitas sekolah yang ada.&lt;br /&gt;“ini sama saja dengan menanam BOM Waktu”,masyarakat merasa dibohongi dengan program ini pada akhirnya akan menuntut tanggung jawab pemeritah mengeluarkan program ini,” kata Satria – data diambil dari majalah INFO Dinas Pendidikan JATIM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-7404273138276377463?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/7404273138276377463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/10/10-alasan-sbi-harus-dihentikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/7404273138276377463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/7404273138276377463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/10/10-alasan-sbi-harus-dihentikan.html' title='10 ALASAN SBI harus dihentikan'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-war5e3pB6KY/To8z_a8991I/AAAAAAAAAF0/bc8NN9ZWkYY/s72-c/YDi4EyB_ckabLtEZthWkTQsEHK1w.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-6374947347736331474</id><published>2011-10-01T21:36:00.000-07:00</published><updated>2011-10-01T21:39:54.670-07:00</updated><title type='text'>PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-tntO7yTS24U/TofrCIXh5UI/AAAAAAAAAFk/ExMZ0JvF6Eo/s1600/23092009136.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-tntO7yTS24U/TofrCIXh5UI/AAAAAAAAAFk/ExMZ0JvF6Eo/s200/23092009136.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658749878652757314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman kemajuan teknologi sekarang ini, sebagian besar manusia dipengaruhi perilakunya oleh pesatnya perkembangan dan kecanggihan teknologi (teknologi informasi). Banyak orang terbuai dengan teknologi yang canggih, sehingga melupakan aspek-aspek lain dalam kehidupannya, seperti pentingnya membangun relasi dengan orang lain, perlunya melakukan aktivitas sosial di dalam masyarakat, pentingnya menghargai sesama lebih daripada apa yang berhasil dibuatnya, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali teknologi yang dibuat manusia untuk membantu manusia tidak lagi dikuasai oleh manusia tetapi sebaliknya manusia yang terkuasai oleh kemajuan teknologi. Manusia tidak lagi bebas menumbuhkembangkan dirinya menjadi manusia seutuhnya dengan segala aspeknya. Keberadaan manusia pada zaman ini seringkali diukur dari “to have” (apa saja materi yang dimilikinya) dan “to do” (apa saja yang telah berhasil/tidak berhasil dilakukannya) daripada keberadaan pribadi yang bersangkutan (“to be” atau “being”nya). Dalam pendidikan perlu ditanamkan sejak dini bahwa keberadaan seorang pribadi, jauh lebih penting dan tentu tidak persis sama dengan apa yang menjadi miliknya dan apa yang telah dilakukannya. Sebab manusia tidak sekedar pemilik kekayaan dan juga menjalankan suatu fungsi tertentu. Pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia, dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang (menurut Ki Hajar Dewantara menyangkut daya cipta (kognitif), daya rasa (afektif), dan daya karsa (konatif)). Singkatnya, “educate the head, the heart, and the hand !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah maraknya globalisasi komunikasi dan teknologi, manusia makin bersikap individualis. Mereka “gandrung teknologi”, asyik dan terpesona dengan penemuan-penemuan/barang-barang baru dalam bidang iptek yang serba canggih, sehingga cenderung melupakan kesejahteraan dirinya sendiri sebagai pribadi manusia dan semakin melupakan aspek sosialitas dirinya. Oleh karena itu, pendidikan dan pembelajaran hendaknya diperbaiki sehingga memberi keseimbangan pada aspek individualitas ke aspek sosialitas atau kehidupan kebersamaan sebagai masyarakat manusia. Pendidikan dan pembelajaran hendaknya juga dikembalikan kepada aspek-aspek kemanusiaan yang perlu ditumbuhkembangkan pada diri peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Hajar Dewantara, pendidik asli Indonesia, melihat manusia lebih pada sisi kehidupan psikologiknya. Menurutnya manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta, karsa dan karya. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta, dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia kurang humanis atau manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari titik pandang sosio-anthropologis, kekhasan manusia yang membedakannya dengan makhluk lain adalah bahwa manusia itu berbudaya, sedangkan makhluk lainnya tidak berbudaya. Maka salah satu cara yang efektif untuk menjadikan manusia lebih manusiawi adalah dengan mengembangkan kebudayaannya. Persoalannya budaya dalam masyarakat itu berbeda-beda. Dalam masalah kebudayaan berlaku pepatah:”Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.” Manusia akan benar-benar menjadi manusia kalau ia hidup dalam budayanya sendiri. Manusia yang seutuhnya antara lain dimengerti sebagai manusia itu sendiri ditambah dengan budaya masyarakat yang melingkupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Hajar Dewantara sendiri dengan mengubah namanya ingin menunjukkan perubahan sikapnya dalam melaksanakan pendidikan yaitu dari satria pinandita ke pinandita satria yaitu dari pahlawan yang berwatak guru spiritual ke guru spiritual yang berjiwa ksatria, yang mempersiapkan diri dan peserta didik untuk melindungi bangsa dan negara. Bagi Ki Hajar Dewantara, para guru hendaknya menjadi pribadi yang bermutu dalam kepribadian dan kerohanian, baru kemudian menyediakan diri untuk menjadi pahlawan dan juga menyiapkan para peserta didik untuk menjadi pembela nusa dan bangsa. Dengan kata lain, yang diutamakan sebagai pendidik pertama-tama adalah fungsinya sebagai model atau figure keteladanan, baru kemudian sebagai fasilitator atau pengajar. Oleh karena itu, nama Hajar Dewantara sendiri memiliki makna sebagai guru yang mengajarkan kebaikan, keluhuran, keutamaan. Pendidik atau Sang Hajar adalah seseorang yang memiliki kelebihan di bidang keagamaan dan keimanan, sekaligus masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Modelnya adalah Kyai Semar (menjadi perantara antara Tuhan dan manusia, mewujudkan kehendak Tuhan di dunia ini). Sebagai pendidik yang merupakan perantara Tuhan maka guru sejati sebenarnya adalah berwatak pandita juga, yaitu mampu menyampaikan kehendak Tuhan dan membawa keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia merdeka adalah tujuan pendidikan Taman Siswa. Merdeka baik secara fisik, mental dan kerohanian. Namun kemerdekaan pribadi ini dibatasi oleh tertib damainya kehidupan bersama dan ini mendukung sikap-sikap seperti keselarasan, kekeluargaan, musyawarah, toleransi, kebersamaan, demokrasi, tanggungjawab dan disiplin. Sedangkan maksud pendirian Taman Siswa adalah membangun budayanya sendiri, jalan hidup sendiri dengan mengembangkan rasa merdeka dalam hati setiap orang melalui media pendidikan yang berlandaskan pada aspek-aspek nasional. Landasan filosofisnya adalah nasionalistik dan universalistik. Nasionalistik maksudnya adalah budaya nasional, bangsa yang merdeka dan independen baik secara politis, ekonomis, maupun spiritual. Universal artinya berdasarkan pada hukum alam (natural law), segala sesuatu merupakan perwujudan dari kehendak Tuhan. Prinsip dasarnya adalah kemerdekaan, merdeka dari segala hambatan cinta, kebahagiaan, keadilan, dan kedamaian tumbuh dalam diri (hati) manusia. Suasana yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan adalah suasana yang berprinsip pada kekeluargaan, kebaikan hati, empati, cintakasih dan penghargaan terhadap masing-masing anggotanya. Maka hak setiap individu hendaknya dihormati; pendidikan hendaknya membantu peserta didik untuk menjadi merdeka dan independen secara fisik, mental dan spiritual; pendidikan hendaknya tidak hanya mengembangkan aspek intelektual sebab akan memisahkan dari orang kebanyakan; pendidikan hendaknya memperkaya setiap individu tetapi perbedaan antara masing-masing pribadi harus tetap dipertimbangkan; pendidikan hendaknya memperkuat rasa percaya diri, mengembangkan hara diri; setiap orang harus hidup sederhana dan guru hendaknya rela mengorbankan kepentingan-kepentingan pribadinya demi kebahagiaan para peserta didiknya. Peserta didik yang dihasilkan adalah peserta didik yang berkepribadian merdeka, sehat fisik, sehat mental, cerdas, menjadi anggota masyarakat yang berguna, dan bertanggungjawab atas kebahagiaan dirinya dan kesejahteraan orang lain. Metode yang yang sesuai dengan sistem pendidikan ini adalah sistem among yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih, asah dan asuh (care and dedication based on love). Yang dimaksud dengan manusia merdeka adalah seseorang yang mampu berkembang secara utuh dan selaras dari segala aspek kemanusiaannya dan yang mampu menghargai dan menghormati kemanusiaan setiap orang. Oleh karena itu bagi Ki Hajar Dewantara pepatah ini sangat tepat yaitu “educate the head, the heart, and the hand”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru yang efektif memiliki keunggulan dalam mengajar (fasilitator); dalam hubungan (relasi dan komunikasi) dengan peserta didik dan anggota komunitas sekolah; dan juga relasi dan komunikasinya dengan pihak lain (orang tua, komite sekolah, pihak terkait); segi administrasi sebagai guru; dan sikap profesionalitasnya. Sikap-sikap profesional itu meliputi antara lain: keinginan untuk memperbaiki diri dan keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman. Maka penting pula membangun suatu etos kerja yang positif yaitu: menjunjung tinggi pekerjaan; menjaga harga diri dalam melaksanakan pekerjaan, dan keinginan untuk melayani masyarakat. Dalam kaitan dengan ini penting juga performance/penampilan seorang profesional: secara fisik, intelektual, relasi sosial, kepribadian, nilai-nilai dan kerohanian serta mampu menjadi motivator. Singkatnya perlu adanya peningkatan mutu kinerja yang profesional, produktif dan kolaboratif demi pemanusiaan secara utuh setiap peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita perlu menyadari bahwa tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia muda. Pendidikan hendaknya menghasilkan pribadi-pribadi yang lebih manusiawi, berguna dan berpengaruh di masyarakatnya, yang bertanggungjawab atas hidup sendiri dan orang lain, yang berwatak luhur dan berkeahlian. Semoga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-6374947347736331474?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/6374947347736331474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/10/pemikiran-ki-hajar-dewantara-tentang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/6374947347736331474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/6374947347736331474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/10/pemikiran-ki-hajar-dewantara-tentang.html' title='PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-tntO7yTS24U/TofrCIXh5UI/AAAAAAAAAFk/ExMZ0JvF6Eo/s72-c/23092009136.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-1064866911849895757</id><published>2011-09-21T17:53:00.000-07:00</published><updated>2011-09-21T17:56:49.158-07:00</updated><title type='text'>PENGAGAS  KOMPUTER  PERTAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-GhyfLMAnKhw/TnqHs-1wNQI/AAAAAAAAAFc/FJ23ERPX5QY/s1600/33.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-GhyfLMAnKhw/TnqHs-1wNQI/AAAAAAAAAFc/FJ23ERPX5QY/s200/33.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654981488969528578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Charles Babbage (lahir 26 Desember 1791 dan meninggal 18 Oktober 1871 pada umur 79 tahun) merupakan matematikawan dari Inggris yang pertama kali mengemukakan gagasan tentang komputer yang dapat diprogram. Sebagian dari mesin yang dikembangkannya meski tidak selesai, kini dapat dilihat di Musium Sains London.&lt;br /&gt;Pada tahun 1991, dengan menggunakan rencana asli dari Babbage, sebuah mesin diferensial dikembangkan dan mesin ini dapat berfungsi secara sempurna, yang membuktikan bahwa gagasan Babbage tentang mesin ini memang dapat diimplementasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Babbage lahir di Inggris, kemungkinan besar di jalan Crosby Row 44, Walworth Road, London. Ada beberapa pendapat tentang tanggal kelahiran Babbage. Obituari yang dimuat dalam harian The Times menyebutkan kelahirannya pada tanggal 26 Desember 1792. Namun beberapa hari kemudian seorang keponakan Babbage menulis bahwa Babbage sebenarnya dilahirkan setahun sebelumnya, pada 1791.&lt;br /&gt;Pada masa itu, perhitungan dengan menggunakan tabel matematika sering mengalami kesalahan. Babbage ingin mengembangkan cara melakukan perhitungan secara mekanik, sehingga dapat mengurangi kesalahan perhitungan yang sering dilakukan oleh manusia. Saat itu, Babbage mendapat inspirasi dari perkembangan mesin hitung yang dikerjakan oleh Wilhelm Schickard, Blaise Pascal, dan Gottfried Leibniz.&lt;br /&gt;Gagasan awal tentang mesin Babbage ditulis dalam bentuk surat yang ditulisnya kepada Sir Humphrey Davy pada tahun 1822.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-1064866911849895757?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/1064866911849895757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/09/pengagas-komputer-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/1064866911849895757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/1064866911849895757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/09/pengagas-komputer-pertama.html' title='PENGAGAS  KOMPUTER  PERTAMA'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-GhyfLMAnKhw/TnqHs-1wNQI/AAAAAAAAAFc/FJ23ERPX5QY/s72-c/33.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-4905640129835423268</id><published>2011-09-12T20:03:00.001-07:00</published><updated>2011-09-12T20:05:10.865-07:00</updated><title type='text'>GURU (TIDAK) DILARANG MEMBERI NILAI KURANG !</title><content type='html'>SEBUAH RENUNGAN !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan apriori dulu membaca judul di atas. Memang tidak ada aturan resmi tentang larangan guru memberi nilai kurang kepada siswa. Belum jelas sanksi yang diterima bagi guru yang memberi nilai kurang. Tetapi bapak ibu guru mengalami ada larangan memberi nilai kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika guru memberi ulangan harian, dan ada siswa mendapat nilai kurang, menjadi kewajiban guru memberi remedial. Namun jika beberapa kali siswa tidak mampu memenuhi KKM, apa daya itulah hasil terbaik siswa. Toh dalam kriteria kenaikan yang menjadi wewenang sekolah tercantum, siswa bisa naik kelas jika maksimal terdapat beberapa nilai kurang dari KKM. Suatu kebijakan untuk menolerir batas kemampuan anak multi talenta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga rapat guru akan menentukan nasib anak yang belum memenuhi kriteria kenaikan. Wajar anak yang nilainya tidak memenuhi syarat apalagi nakal tidak naik kelas. Memberi pelajaran terbaik bagi pendidikan. Tidak hanya kepada anak yang tinggal kelas, tetapi juga yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Kurang Bukan Barang Tabu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi akhir-akhir ini? Setelah formula kelulusan mengakomodir nilai rapor serta nilai ujian sekolah, nilai-nilai kurang itu dianggap tabu bagi pendidikan. Apa sebab? Mudah diterka. Sekolah kuatir, jika nilai rapor dan nilai ujian sekolah rendah, akan banyak anak yang gagal lulus sekolah.&lt;br /&gt;Angka-angka pun bermetamorfosis. Angka-angka kurang yang biasa melekat pada anak berkemampuan rendah lenyap bagai tersapu angin. Kalau secara statistik nilai anak ini biasanya berdistribusi normal, kali ini miring ke kanan. Baik semua. Parahnya ketika diverifikasi dan dilakukan tindakan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kelulusan), biasanya justru anak-anak yang nilainya sangat kurang dan nakal mendapat hibah nilai lebih banyak. Yang belum dipikirkan secara masak, bagaimana tanggapan anak, orang tua atau siapapun, ketika suatu saat membaca nilai anak-anak yang biasanya di bawah standart tiba-tiba melonjak drastis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita, ketika acara menganugrahkan kepada lulusan terbaik, yang tampil sebagai pemuncak sebagian diisi anak-anak yang biasanya langganan remedial dan nakal. Tidak hanya teman, guru atau orang tua, masyarakat awam yang sudah mengenal anak-anak seperti ini kaget. Jangan heran bila ada orang memberi sindiran bahwa guru waktu memberi nilai matanya terpejam. Ini menunjukkan masyarakat awam tidak antipati terhadap nilai kurang. Asal nilai itu diperoleh melalui proses benar dan proporsional dengan kemampuan anak. Jadi nilai kurang bukan barang tabu lagi. Mengapa takut memberi nilai kurang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurangan sistematis berdampak sistemik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara efek bola salju formula kelulusan UN menggelinding. Sedikit demi sedikit dampaknya terasa. Kekuatiran berlebihan itu menjelma bagai mimpi buruk di siang bolong. Kabar burung yang berhembus, praktek pendongkrakan nilai sekolah ini sudah sampai ke pusat. Wajar sekali jika Kemendiknas nantinya akan memberi sanksi bagi sekolah yang terbukti melakukan kecurangan. Tidak hanya pada saat UN, tetapi juga membandingkan nilai sekolah (NS) dan nilai UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terdapat gap quality mmencolok, bisa disimpulkan ada kecurangan. Perbedaan yang terlalu jauh antara NS dan UN menunjukkan pendongkrakan NS tidak wajar. Sekolah yang melakukan hal ini akan diberi sanksi pemotongan anggaran sekolah. Sebaliknya sekolah yang rata-rata UN-nya diatas NS akan diberi intensif (JPNN, 6 April 2011). Belakangan ancaman dipertegas, Kemendiknas akan mendelete nilai sekolah jika dianalisa terjadi pendongkrakan NS. Serta akan menghapus nilai UN siswa yang melakukan kecurangan dalam UN. Kepsek yang ditengarai melakukan kecurangan juga akan diberi sanksi. Dicopot jabatannya. (JPNN/Jawa Pos, 11-4-2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sinyalemen pendongkrakkan ini benar, maka dunia pendidikan akan menggali lubang kubur untuk bangsanya sendiri. Semua pihak mengakui bahwa pendidikan adalah invenstasi jangka panjang. Keberhasilan pendidikan tidak bisa dilihat dalam waktu singkat. Panampakan keberhasilan pendidikan dalam bentuk angka sepertinya membuat orang terlena dan terpedaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak toleransai kecurangan dan kemudahan kelulusan yang terjadi pada masa lalu saja telah menimbulkan kesan negatif pada siswa. Bapak ibu guru bisa mencermati perilaku siswa. Berapa persen anak yang serius dengan UN? Melihat hasil try out kurang dari syarat kelulusan serta menjelang UN, banyak siswa santai-santai bukan?&lt;br /&gt;Inilah dampak awal sistemik pola kecurangan pelulusan siswa. Jika pendidikan melahirkan lulusan karbitan, republik ini di masa depan akan menerima warisan generasi semu. Generasi tanpa kemampuan sebenarnya. Bagaimana nasib bangsa jika nantinya dipimpin orang yang bukan ahlinya? Kalau manipulasi angka rupiah bisa berujung penjara, bagaimana dengan manipulasi angka rapor atau ujian? Moralitas bangsa semakin tenggelam bak digulung tsunami. Efek sistemik kecurangan dunia pendidikan yang menakutkan.Pelanggaran penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai kurang sebenarnya hal biasa. Namun sering ada ungkapan ketika seorang guru memberi nilai kurang dan ter(di)paksa memberi nilai baik. Berbagai celotehan pun muncul. Guru jangan pelit memberi nilai. Toh nilai bukan dari hasil membeli. Jadi berilah nilai anak yang bagus-bagus. Ibadah kan tidak harus bersedekah dengan harta. Sedekah nilai juga sebagian dari ibadah. Repot juga kalau Tuhan dibawa-bawa hanya untuk urusan nilai. Padahal Tuhan tidak butuh nilai. Tuhan lebih butuh bagaimana seseorang memperoleh nilai dengan jalan yang benar.&lt;br /&gt;Guru pun bisa terpojok bila memberi nilai kurang. Banyaknya anak yang mendapat nilai kurang dianggap sebagai cermin kegagalan pembelajara guru dalam kelas. Kegagalan administratif. Sehingga guru mengambil jurus pamungkas. Daripada repot dan malah dibenci siswa, lebih baik obral nilai saja. Rambu-rambu penilaian sementara (dan seterusnya) dilanggar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya ABS VS Hati Nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada budaya yang sulit dihilangkan dalam kehidupan sosial birokrasi kita. Budaya ABS (Asal Bapak Senang). Sajian angka-angka tinggi lebih menarik daripada angka kurang. Sementara dalam hati tahu apa yang terbaik dilakukan. Yang jelas ABS dan hati nurani bagai dua sisi mata uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin Selamat (tidak) harus berbuat benar! Pernah mendengar ungkapan seperti ini bukan? Contoh sederhana bisa pembaca lakukan di jalan raya. Kalau pembaca berkendara di jalan raya, kemudian dari arah depan ada kendaran menyalip dan melewati marka jalan. Sedangkan jalan hanya cukup dua lajur dan pembaca merasa di jalur yang benar? Apa yang pembaca lakukan? Kalau pembaca menganut kebenaran, musibah siap menimpa. Tetapi kalau mengalah dengan turun ke tepi, minimal kita tidak tertabrak. Meski kadang terpaksa tersungkur karena terjalnya tepi jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak harapan guru selain menginginkan anak didiknya berhasil. Keberhasilan anak didik yang ditorehkan guru dalam bentuk angka sebagai penghargaan atas jerih payah belajar siswa. Guru akan bangga dan senang bila kerja keras guru mencerdaskan anak bangsa dihargai. Bukan dilecehkan. Tidak ada niatan guru untuk mematikan siswa hanya dengan nilai. Nilai adalah pembeda. Kelak bangsa ini bisa memilih kader terbaik untuk negeri tercinta. Perbedaan kemampuan akan melahirkan kehidupan yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi hak kepada guru untuk menilai dengan ikhlas merupakan kunci untuk membangun idealisme guru dengan cara yang benar. Guru bukan monster yang tega dengan anaknya sendiri. Guru adalah manusia yang punya hati nurani untuk membuat keputusan dengan bijaksana. Bukan terpaksa dan direkayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bawahan di sekolah tentu guru sepatutnya sami’na wa atho’na. Mendengan dan taat perintah atasan. Jadi bagaimanapun idealisme seorang guru, pada akhirnya bisa luntur jika tidak ada pengayomnya. Diperlukan pemimpin pemberani untuk menyampaikan kebenaran walaupun itu pahit. Selama proses pendidikan dilalui dengan kerja keras dan benar hasil terburuk sekalipun harus siap diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Karakter dengan Nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran harus dijunjung, idealisme tetap dipegang. Sudah satu tahun Pendidikan Karakter Bangsa dicetuskan. Pemberian nilai sesuai rambu-rambu penilaian merupakan salah satu wujudnya. Di hari Pendidikan Nasional tahun ini saatnya kita merenung. Bahwa keberhasilan pendidikan jangan dilihat dari angka-angka. Pendidikan harus tetap berjalan di relnya, jangan terkontaminasi. Pendongkrakan nilai justru membunuh karakter. Tidak hanya siswa tetapi juga guru. Guru akan tersanjung bila nilai guru mampu membangkitkan siswa untuk belajar demi masa depannya dari hasil kerja keras dan belajar mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu dekat para guru dapat menguji diri. Berapa nilai minimal siswa pada rapor semester genap. Masihkah menggunakan KKM terdahulu, bila nantinya Formula Kelulusan 2011 tetap berlaku? Apa ada kenaikan drastis tanpa menggunakan menggunakan indikator penentuan KKM? Semoga tidak ada pencanagan program : Guru Dilarang Memberi Nilai Kurang! Sebuah renungan untuk merefleksi Pendidikan Nasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-4905640129835423268?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/4905640129835423268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/09/guru-tidak-dilarang-memberi-nilai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4905640129835423268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4905640129835423268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/09/guru-tidak-dilarang-memberi-nilai.html' title='GURU (TIDAK) DILARANG MEMBERI NILAI KURANG !'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-650084661072007838</id><published>2011-03-09T23:04:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T23:08:57.723-08:00</updated><title type='text'>POSISI TIDAK LAGI MENENTUKAN PRESTASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_tK1ZWEhJVM/TXh4r07EsOI/AAAAAAAAAFQ/6GdzKz16Pew/s1600/16082009058.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_tK1ZWEhJVM/TXh4r07EsOI/AAAAAAAAAFQ/6GdzKz16Pew/s320/16082009058.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582344432461852898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Soal dan Posisi Duduk Ujian Nasional Berkeadilan&lt;br /&gt;Ada langkah baru dalam Ujian Nasional (UN), soal dibuat lima jenis. Suatu upaya membuat UN semakin jujur. Namun demikian pemodifikian soal ini diharapkan benar-benar seimbang. Berbobot sama dan tidak hanya dilakukan dengan model acak. Sehingga UN benar-benar mampu mengukur kemampuan siswa secara mandiri. Di sisi lain, agar nantinya soal unas tidak menjadi kambing hitam, jika ada siswa tidak lulus.&lt;br /&gt;Di samping itu, pengaturan posisi juga harus benar-benar adil. Agar tidak terjadi pengaturan posisi tempat duduk yang memungkinkan siswa saling contek. Tidak boleh ada siswa berkode sama duduk berdekatan. Pemberian kode berbeda setiap hari juga bisa mencegah kecurangan. Toh dengan teknologi pengkodean soal berbeda setiap hari untuk setiap anak bukan lagi masalah. Pada akhirnya ungkapan posisi menentukan prestasi tidak berlaku lagi. Persiapan dini kunci sukses ujian nasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-650084661072007838?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/650084661072007838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/03/posisi-tidak-lagi-menentukan-prestasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/650084661072007838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/650084661072007838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/03/posisi-tidak-lagi-menentukan-prestasi.html' title='POSISI TIDAK LAGI MENENTUKAN PRESTASI'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_tK1ZWEhJVM/TXh4r07EsOI/AAAAAAAAAFQ/6GdzKz16Pew/s72-c/16082009058.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-1154049491291833648</id><published>2011-02-22T02:25:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T02:27:18.152-08:00</updated><title type='text'>RUMUS  NILAI  KELULUSAN</title><content type='html'>FORMULA KELULUSAN 2011&lt;br /&gt;MENYELAMATKAN ANAK BANGSA, MENGUJI IDEALISME GURU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian Nasional (UN) rasa baru, begitu kira-kira pendapat sebagian orang mengomentari UN 2011. Polemik unas yang tak berkesudahan untuk sementara harus diakhiri. Sebagian aspirasi masyarakat sudah ditampung Kemendiknas, agar UN tidak terlalu membebani kelulusan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menganut asas komprehensif dan kontinuitas pendidikan, nasib anak bangsa ini diwujudkan dalam bentuk formula kelulusan. Formula ini berupa nilai kelulusan (NA), yaitu gabungan antar nilai UN dan nilai sekolah. Dengan rumus, NA = 0,6NU + 0,4NS, UN nilai ujian nasional dan NS nilai sekolah. NS = 0,6S + 0,4R, S nilai ujian sekolah dan R rata-rata nilai rapor semester 1 sd 5 untuk SMP dan 3 sd 5 untuk SMA. Dengan batas rata-rata nilai kelulusan NA minimal 5,50 dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0. Masih ditambah lagi nilai kepribadian siswa. Sedang kritria kelulusan dalam ujian sekolah ditentukan satuan pendidikan.&lt;br /&gt;Itulah formula terakhir yang diharapkan bisa menolong siswa dari kekuatiran nasib anak banyak ditentukan nilai unas. Namun formula kelulusan ini tidak berdiri sendiri. Simak pasal-pasal dalam Permendiknas nomor 45 tahun 2010, seperti pasal 5 dan 6 berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;(1) Peserta didik dinyatakan lulus US/M SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M.&lt;br /&gt;(2) Nilai S/M sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari gabungan antara&lt;br /&gt;nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 1, 2, 3, 4, dan semester 5 untuk&lt;br /&gt;SMP/MTs dan SMPLB dengan pembobotan 60% (enam puluh persen) untuk&lt;br /&gt;nilai US/M dan 40% (empat puluh persen) untuk nilai rata-rata rapor.&lt;br /&gt;(3) Nilai S/M sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari gabungan antara&lt;br /&gt;nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 3, 4, dan semester 5 untuk&lt;br /&gt;SMA/MA, SMALB dan SMK dengan pembobotan 60% (enam puluh persen)&lt;br /&gt;untuk nilai US/M dan 40% (empat puluh persen) untuk nilai rata-rata rapor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;(1) Kelulusan peserta didik dalam UN ditentukan berdasarkan NA.&lt;br /&gt;(2) NA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari nilai gabungan antara&lt;br /&gt;Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan Nilai UN, dengan&lt;br /&gt;pembobotan 40% (empat puluh persen) untuk Nilai S/M dari mata pelajaran&lt;br /&gt;yang diujinasionalkan dan 60% (enam puluh persen) untuk Nilai UN.&lt;br /&gt;(3) Peserta didik dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua NA&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencapai paling rendah 5,5 (lima koma&lt;br /&gt;lima) dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 (empat koma nol).&lt;br /&gt;Selengkapnya silakan baca Permendiknas No 45 tahun 2010 atau buka website BSNP di http://bsnp-indonesia.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca Permendiknas tersebut, para guru harus bersyukur. Bahwa jerih payah guru membelajarkan anak selama tiga tahun dihargai. Nilai rapor dalam proses belajar diapresiasi. Apalagi anak-anak, mungkin mereka riang gembira menyambutnya, merasa ada dewa penolong datang lebih dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula ini diharapkan mengurangi keresahan masyarakat apalagi siswa. Semoga tidak terjadi lagi siswa berprestasi bernasib buruk, tidak lulus gara-gara nilai UN-nya tidak memenuhi batas minimal kelulusan. Pengalaman tahun lalu menyadarkan pengambil kebijakan untuk mempertimbangkan prestasi anak selama menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi ini tentunya lebih mudah diamati dari rapor siswa. Pretasi lain yang diraih lewat kejuaran dianggap sudah terwakili. Meski masih ada sisi kelemahannya. Bagaimana jika prestasi anak tersebut tidak langsung berhubungan dengan aspek penilaiaan kelulusan yang dituangkan dalam bentuk angka? Semisal prestasi anak di bidang olah raga, seni atau lainnya. Sementara anak tersebut sangat lemah di bidang lain. Batas minimal nilai 4,00 terasa sulit dilalui.&lt;br /&gt;Meski guru mempunyai hak untuk ikut memberi pertimbangan terutama terkait aspek kepribadian, namun penentu utamanya tetap angka-angka NA. Guru hanya bisa menentukan vonis tidak lulus bagi anak yang NA-nya memenuhi syarat kelulusan tetapi aspek kepribadiannya buruk. Namun, bagaiman jika anak tersebut NA-nya sudah tidak memenuhi syarat lulus? Guru hanya bisa pasrah, berdo’a dan memberi nasehat agar anak yang tidak lulus tabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, penggunaan rapor dikuatirkan mempunyai efek negatif. Seperti diungkapkan pak Nuh kala menyampaikan formula kelulusan ke media akhir Desember lalu. Bahwa koefisien nilai sekolah yang menggunakan nilai rapor lebih kecil koefisien bobot nilai ujian nasional. Karena berdasar penelitian untuk penetapan koefisien tersebut diketahui terjadi keanehan diantara sekolah terakreditasi. Hampir tidak ada ada perbedaan signifikan diantara sekolah-sekolah tersebut terakreditasi A, B, C. Semua memberi nilia aman bagi siswanya.&lt;br /&gt;Menjadi rahasia umum, ketika nilai rapor digunakan dalam penentuan kelulusan terjadi anomali nilai. Anak yang kemampuanya biasa bahkan rendah diberi nilai tinggi sedang anak yang benar-benar pandai nilai rapornya dibiarkan apa adanya, tidak jarang malah kalah bagus. Para guru terlalu sayang dengan anak-anak. Jika biasanya pelit ketika memberi nilai ulangan dan nilai rapor di kelas 1 dan 2, begitu membuat nilai untuk rapor kelas 3 berubah 180 derajat. Obral nilai, demi kelulusan siswa tercinta. Hal seperti ini terjadi waktu model ujian nasional masih bernama Ebtanas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rapor mulai kelas 7 (untuk SMP) dan kelas 11 (SMA) digunakan kembali dalam penentuan, dikuatirkan terjadi lagi pengkatrolan nilai. Manipulasi kemampuan dalam dalam bentuk angka. KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang digunakan sebagai parameter kompetensi anak juga akan bergeliat, dinaikkan hinggá batas aman. Indikator riil untuk menentukan KKM tidak lagi ada gunya. Remidi lambat laun akan lenyap. Apa gunanya remidi berulang, jika akhirnya terpaksa rapor anak harus mencapai batas aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula baru benar-benar akan menguji idealisme guru. Sisi profesional dan rasa kemanusian akan berperang. Mana yang akan menang? Mengalah demi kemashlahatan atau mempertahankan idealisme demi profesionalisme guru pemegang sertifikat guru profesional. Yang jelas segala upaya untuk menyelamatkan nasib anak tidak terletak pada formula kelulusan. Persiapan yang matang menghadapi ujian nasional serta belajar dengan baik sejak awal masuk sekolah adalah kunci kesuksesan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dimuat di majalah Media edisi Februari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-1154049491291833648?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/1154049491291833648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/02/rumus-nilai-kelulusan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/1154049491291833648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/1154049491291833648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/02/rumus-nilai-kelulusan.html' title='RUMUS  NILAI  KELULUSAN'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-1997335396885743441</id><published>2011-02-22T02:17:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T02:20:44.673-08:00</updated><title type='text'>SERTIFIKASI  GURU</title><content type='html'>Uji Ulang Guru Sertifikasi&lt;br /&gt;Lima tahun sudah program sertifikasi guru bergulir sejak 2006. Namun profesionalisme guru yang diharapkan belum menunjukkan hasil signifikan, seperti diakui Kemendiknas sendiri (JPNN, 20-2-2011). Ketidaktepatan waktu pencairan dana sertifikasi sebagai penyebab stagnannya profesionalisme guru seperti yang disampaikan ketua PGRI tidak sepenuhnya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada faktor lain penyebabnya. Mulai proses rekrutmen, verifikasi, pengawasan hingga tiadanya sanksi. Model pembayaran rapel yang terjadi selama ini pun lebih banyak membuat guru konsumtif. Pengalokasian dana sertifikasi 10% untuk pengembangan diri guru, hampir tidak terwujud. Perlu pembaharuan dalam program sertifikasi agar tujuan memajukan pendidikan bangsa terwujud. Salah satunya melakukan uji ulang guru yang sudah tersertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya mobil, STNK atau SIM, dalam periode tertentu harus dilakukan uji ulang. Bagi guru yang tidak menunjukkan peningkatan profesionalisme bahkan terbukti memalsukan berkas yang digunakan proses dan uji ulang sertifikasi diberi sanksi. Ditunda, ditangguhkan bahkan dicabut hak sertifikasinya. Dengan demikian guru semakin terlecut untuk berkreasi dan berprestasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-1997335396885743441?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/1997335396885743441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/02/sertifikasi-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/1997335396885743441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/1997335396885743441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2011/02/sertifikasi-guru.html' title='SERTIFIKASI  GURU'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-4000562504470812953</id><published>2010-11-29T06:23:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T06:25:01.712-08:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN DEMOKRASI BAGI GURU</title><content type='html'>ulisan sdr Muhibuddin di opini Jawa Pos (25/11) mengusik guru untuk berintrospeksi. Layakkah guru berdemo? Sudah mampetkah saluran demokrasi bagi guru? Jika selama ini guru merasa terkekang hak asasi berpendapat, ini hal yang ironis di era reformasi. Mungkin juga guru tidak mempunyai keberanian bersikap secara individu. Namun, jika demo menjadi senjata pamungkas untuk melampiaskan hasrat berdemokrasi, perlu pertimbangan masak-masak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai insan cendekia, guru seyogyanya mampu menahan diri untuk tidak bertindak arogan, tidak sopan santun apalagi anarkis. Guru adalah teladan bagi siswanya. Apa yang dilakukan guru akan dianut dan ditiru siswa. Masih ada jalan elegan untuk menyampaikan pendapat. Baik melalui forum ilmiah, media atau organisasi guru (PGRI). Keberanian guru menyampaikan kebenaran dalam bentuk tulisan di mass media akan lebih baik untuk membangun opini publik dan bernilai akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu juga guru disegarkan kembali pemahaman demokrasi dengan pendidikan demokrasi. Agar penyaluran aspirasi guru lebih tepat sasaran, bernilai ilmiah, bermartabat serta mendapat simpati dan empati. Demokrasi jangan diidentikkan dengan demo. Agar guru tetap digugu dan ditiru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-4000562504470812953?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/4000562504470812953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/11/pendidikan-demokrasi-bagi-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4000562504470812953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4000562504470812953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/11/pendidikan-demokrasi-bagi-guru.html' title='PENDIDIKAN DEMOKRASI BAGI GURU'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-8796191354268907047</id><published>2010-11-29T06:14:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T06:21:22.927-08:00</updated><title type='text'>REFLEKSI HARI GURU : GURU PROFESIONAL, APAAN ....TUH!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TPO2w1VBlcI/AAAAAAAAAFA/d6OZqZLGaZY/s1600/30092009203.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TPO2w1VBlcI/AAAAAAAAAFA/d6OZqZLGaZY/s200/30092009203.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544976516288452034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pertanyaan kuis seperti yang dilontarkan Jaja Mihardja sambil memejamkan sebelah mata sewaktu memandu acara kuis dangdut di TPI. Kalau ini menjadi bahan lelucon Jaja, orang mungkin akan bertanya. Jaja Miharja itu tidak tahu beneran, ungkapan ketidakpercayaan, atau melecehkan? Orang awam pun bisa jadi bertanya-tanya, seperti apa guru profesional itu? Bukankah selama ini guru sudah digaji rutin setiap bulan. Bukankah itu sudah mewakili bentuk penghargaan profesional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa, kalau orang mengatakan demikian tidaklah salah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata profesional berarti suatu pekerjaan yang memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Bisa juga diartikan suatu pekerjaan yang mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya. Hal ini jelas menunjukkan tidak sebarang orang yang melakukan pekerjaan dikatakan profesional. Disamping harus mempunyai keahlian khusus, seorang profesional pantas menerima penghargaan yang layak dalam bentuk finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah hal ini cukup menggambarkan bahwa selama ini guru sudah dihargai sebagai tenaga profesional. Kata profesional harus dilihat dari konteks dan kontainnya. Kata profesional identik dengan penghargaan dengan jasa yang telah diberikan seseorang dengan hasil nyata yang secara umum bisa langsung dilihat, dirasakan dan dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dengan mudah mengambil contoh tenaga profesional itu seperti dokter, manager, arsitek, konsultan, pengacara, akuntan dan lain-lain yang hasil kerjanya memang benar-benar cepat dirasakan. Bagaimana dengan guru? Berjam-jam, berhari-hari sampai bertahun-tahun guru mendidik anak belum terlihat dengan cepat akan jadi apa anak itu nanti. Bahkan karena ada anak yang nakal, tidak naik, tidak lulus ujian mengakibatkan dengan cepatnya masyarakat memvonis guru gagal dalam menjalankan tugasnya. Vonis yang terlalu kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim saja perlu waktu panjang untuk memvonis seorang tersangka. Perlu pertimbangan, saksi, bukti dan faktor-faktor lain yang mungkin meringankan, memberatkan bahkan membebaskan seorang tersangka. Seorang profesional layak dihargai tinggi, tetapi juga siap menerima claim, dan menanggung ganti rugi jika jasa yang diberikan tidak sesuai yang dijanjikan.&lt;br /&gt;Handicap masyarakat yang sudah memvonis bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang harus dengan tulus ikhlas mengabdikan dirinya kepada masyarakat telah menina bobokkan masyarakat untuk tidak memberikan nilai lebih kepada guru secara finansial. Guru harus bekerja siang malam agar anak-anak mereka menjadi pintar. Sekolah adalah pusat belajar tempat menitipkan dan sebagai bengkel untuk anak mereka yang mungkin karena kesibukan, ketidakmampuan atau ketidaktahuan akan pendidikan. Para orang tua sudah pasrah bongkokan kepada para guru untuk mendidik anak mereka tanpa peduli bagaimana guru mendidik bahkan bagaimana para guru hidup dan menghidupi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat baru tersadar manakala anak-anak mereka yang waktu sekolah dididik bahkan dengan hukuman, setelah belasan atau puluhan tahun menjadi orang sukses. Itupun karena anak-anak mereka yang sudah besar tersebut menyadari dan merasakan bahwa tanpa bimbingan guru baik itu ilmu yang didapat, pujian, hukuman, kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler yang banyak menyita waktu telah membentuk mereka seorang pejuang yang tak kenal putus asa hingga mereka berhasil. Boleh dikata kesadaran yang terlambat. Ketika mereka ingin membalas jasa kepada gurunya, gurunya sudah banyak yang pensiun atau mungkin meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dengan adanya BOS dan janji-janji calon pemimpin dalam pilkada, yang menjadikan issue pendidikan sebagai komoditi yang ampuh untuk pemilih dengan menjanjikan pendidikan murah bahkan gratis. Pendidikan semakin dianggap barang murahan, meski pada kenyataannya pendidikan itu mahal. Dengan anggapan mayoritas masyarakat seperti ini, sekolah (negeri ataupun swasta) harus memutar otak, bagaimana mengelola anggaran yang ada agar operasional sekolah dapat berjalan dan guru tetap bekerja. Kadang hal ini harus mengesampingkan pengorbanan dan penghargaan kepada guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan-tuntutan masyarakat tentang pendidikan berkualitas berujung pada kinerja guru. Masyarakat menuntut guru-guru bekerja secara profesional. Kata profesional akhirnya diberi makna sempit. Guru bekerja dan mendapat upah yang layak. Jika itu terjadi, guru tidak akan ada bedanya dengan profesi lain, dan cenderung membentuk orang materialistis. Tetapi kalau profesional itu diberi makna secara makro, sangat berat tantangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru profesional menuntut beberapa kompetensi kompleks. Guru harus mempunyai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional itu sendiri. Tinggal bagaimana para guru menyikapi dan menjawab tantangan tersebut sekaligus instropeksi. Apakah guru-guru sudah mengajar sesuai kualifikasi akademik? Sudah cukupkah pengabdian guru yang demi anak didiknya harus ”tidur” di sekolah menyelesaikan tugas-tugas sekolah? Bagaimana kehidupan sosialnya?Apakah kualifikasi akademik yang dimiliki sudah diterapkan dalam pengajaran? Apakah guru merasa dirinya profesional? Pertanyaan-pertanyaan yang bisa dijawab sendiri oleh guru. Jawaban yang bisa dipertanggung jawabkan kepada dirinya sendiri, masyarakat dan kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sertifikasi yang kini bergulir tidak sesuai ide awal pencanangan program ini. Begitu Profesor Djaali menyampaikan di seminar guru pendamping OSN yang berlangsung di Medan tanggal 3 - 4 Agustus 2010. Pemberian Tunjangan Profesi Pendidik masih seperti pemberian ransum bergilir. Bukan guru profesional dalam arti sesungguhnya. Kalau ada ungkapan, yang tua harus mengalah, kini ungkapan itu berbalik. Yang tua harus diutamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang muda berprestasi dan menjadi guru profesional dalam arti sesungguhnya harus mengalah. Salah satu alasan, usianya masih muda dan kelak akan menerima TPP lebih lama. Padahal umur hanya Tuhan yang Tahu. Dengan keadaan demikian ada ungkapan yang tidak enak didengar, Sing waras ngalah. Nah, apa ini tidak malah menyakitkan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-8796191354268907047?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/8796191354268907047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/11/refleksi-hari-guru-guru-profesional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/8796191354268907047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/8796191354268907047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/11/refleksi-hari-guru-guru-profesional.html' title='REFLEKSI HARI GURU : GURU PROFESIONAL, APAAN ....TUH!'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TPO2w1VBlcI/AAAAAAAAAFA/d6OZqZLGaZY/s72-c/30092009203.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-7901702742382452641</id><published>2010-11-29T06:08:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T06:14:41.548-08:00</updated><title type='text'>TERIMA KASIH GURU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TPO1JhgCFSI/AAAAAAAAAE4/EPVZPEWAbK4/s1600/17102008258.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TPO1JhgCFSI/AAAAAAAAAE4/EPVZPEWAbK4/s200/17102008258.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544974741439386914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TERIMA KASIH GURU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetesan ilmu itu lenyapkan nila&lt;br /&gt;Kebodohan&lt;br /&gt;Amarah itu ciptakan nyali&lt;br /&gt;Pejuang sejati&lt;br /&gt;Petuah itu lahirkan jiwa&lt;br /&gt;Suci&lt;br /&gt;Kasih sayang itu ciptakan rasa&lt;br /&gt;Cinta&lt;br /&gt;Doa itu membuka jalan&lt;br /&gt;Raih cita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sempat ku persembahkan&lt;br /&gt;Kado terindah buat kenangan&lt;br /&gt;Sebaris kata terukir&lt;br /&gt;Terima Kasih Guruku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-7901702742382452641?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/7901702742382452641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/11/terima-kasih-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/7901702742382452641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/7901702742382452641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/11/terima-kasih-guru.html' title='TERIMA KASIH GURU'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TPO1JhgCFSI/AAAAAAAAAE4/EPVZPEWAbK4/s72-c/17102008258.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-8498453783723625739</id><published>2010-11-01T07:02:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T07:05:59.576-07:00</updated><title type='text'>MEREKRUT GURU MUDA UNTUK SBI/RSBI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TM7I8VwsWEI/AAAAAAAAAEw/RZYWiZfi5jw/s1600/02032010412.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TM7I8VwsWEI/AAAAAAAAAEw/RZYWiZfi5jw/s200/02032010412.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534581931044001858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MEREKRUT GURU MUDA UNTUK SBI/RSBI&lt;br /&gt;Keberadaan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) hingga kini belum menunjukkan hasil memuaskan. Gaungnya banyak mengunggulkan segi sarana prasarana. Masih banyak kekurangan yang belum memenuhi indikator yang disyaratkan. Salah satunya lemahnya kualitas guru RSBI . Persyaratan minimal 30% guru menyandang S-2 banyak belum terpenuhi. Itupun kadang gelarnya tidak linear dengan mata pelajaran yang diampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya meningkatkan kualitas guru serta pemenuhan guru ber S-2 dilakukan baik dengan mutasi atau memberi beasiswa kepada guru di sekolah bersangkutan untuk menempuh S-2. Cara ini kurang efektif. Disamping kadang guru yang ada di sekolah itu sudah berumur, guru yang ada pun terlalu dipaksakan dan kurang kompeten. Akibatnya, setelah dikursuskan atau di S2 kan tidak memberi hasil memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik untuk memenuhi guru RSBI yang berkualitas, merekut guru muda. Baik yang baru lulus atau yang sudah berpengalaman. Mereka diseleksi sesuai standar serta diberi gaji plus. Sehingga guru muda berkualitas ini semakin terlecut dan tidak mudah dibajak oleh sekolah lain. Guru muda yang berprestasi diberi hadiah beasiswa S-2. Dengan demikian persyaratan terpenuhi, kualitas RSBI terjamin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-8498453783723625739?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/8498453783723625739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/11/merekrut-guru-muda-untuk-sbirsbi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/8498453783723625739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/8498453783723625739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/11/merekrut-guru-muda-untuk-sbirsbi.html' title='MEREKRUT GURU MUDA UNTUK SBI/RSBI'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TM7I8VwsWEI/AAAAAAAAAEw/RZYWiZfi5jw/s72-c/02032010412.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-6049271117969195812</id><published>2010-10-13T08:45:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T15:39:54.646-07:00</updated><title type='text'>BAHAYA  MIE INSTAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TLY1Eeq3fuI/AAAAAAAAAEo/FIfq6sjbUqE/s1600/16082009058.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TLY1Eeq3fuI/AAAAAAAAAEo/FIfq6sjbUqE/s200/16082009058.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527663943712472802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak suka mie. Berbagai produk mie hadir menggoda penikmat. Mulai mie olahan sendiri hingga instan. Makanan asal negeri seberang ini menjadi menu vaforit. Lihat saja di sekitar. Mulai kaki lima hingga hotel bintang 5 menyajikan mie sebagai salah satu menu andalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, akhir-akhir ini sering diberitakan banyak produk mie yang dijual dipasaran mengandung zat berbahaya. Diberi bahan pengawet. Bagi pengusaha mie, alasan pemberian pengawet untuk mencegah mie busuk. Karena produk utamanya mie basah. Jika mie basah ini tidak laku dalam satu hari saja, pasti busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ternyata mie keringpun ditengarai juga ada yang diberi pengawet. Tidak tanggung-tanggung. Sebuah mie terkenal, Indomei diduga juga mencampurkan bahan pengawet yang tidak memenuhi standar internasional. Sehingga pemerintah Taiwan melarang/menarik Indomei dari peredaran di taiwan. Karena melanggar ketentuan penggunaan zat tambahan/pengawet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini tentu saja mengejutkan. Karena mie yang dimaksud, di Indonesia menjadi salah satu produk terbesar yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Jika memang benar ada bahan pengawet dalam mie kemasan ini dan sudah memenuhi standar nasional maupun internasional, mie itu tetap saja memuat zat berbahaya. Meski sedikit jika dikonsumsi terus menerus, dalam tubuh akan semakin mengumpul. Mungkin juga mie instan produk lain juga mengandung zat pengawet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya kita tidak menjumpai ada tulisan "tidak mengandung bahan pengawet" dalam kemasan mie instan yang beredar di Indonesia. Seperti halnya beberapa produk makanan dan minuman lain yang memberanikan diri menuliskan kalimat seperti di atas. Jika tuduhan pemerintah Taiwan ini benar, sudah sepatutnya ini sebagai peringatan dan pelajaran bagi kita. Bahwa penerapan standar tinggi terhadap produk makanan mutlak dilakukan. demi kesehatan manusia itu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-6049271117969195812?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/6049271117969195812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/bahaya-mie-instan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/6049271117969195812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/6049271117969195812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/bahaya-mie-instan.html' title='BAHAYA  MIE INSTAN'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TLY1Eeq3fuI/AAAAAAAAAEo/FIfq6sjbUqE/s72-c/16082009058.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-8023462692470068118</id><published>2010-10-13T08:27:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T08:34:33.431-07:00</updated><title type='text'>ARTI LAMBANG OSIS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TLXRRU7LkzI/AAAAAAAAAEg/6jiaYuksNSU/s1600/osis_warna.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TLXRRU7LkzI/AAAAAAAAAEg/6jiaYuksNSU/s320/osis_warna.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527554213272064818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Arti OSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OSIS (kepanjangannya adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama((SMP)) dan Sekolah Menengah Atas((SMA)). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing seorang guru yang dipilih oleh pihak sekolah.&lt;br /&gt;Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.&lt;br /&gt;1. Lambang OSISGambar lambang OSIS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti bentuk dan warna lambang OSIS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga.&lt;br /&gt;Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu : abdi, adab, ajar, aktif dan amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Buku terbuka.&lt;br /&gt;Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangnaun bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kunci pas.&lt;br /&gt;Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tangan terbuka.&lt;br /&gt;Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Biduk.&lt;br /&gt;Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Pelangi Merah Putih.&lt;br /&gt;Tujuan nasional yang dicita – citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Tujuh belas butir padi, Delapan lipatan pita, Empat buahkapas, Lima daun kapas.&lt;br /&gt;17-8-45 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai – nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Warna Kuning.&lt;br /&gt;Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan / agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Warna Coklat.&lt;br /&gt;Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia.x. Warna Merah Putih.Warna kebangsaan Indonenesia, dengan hati yang suci, berani membela kebenaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-8023462692470068118?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/8023462692470068118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/arti-lambang-osis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/8023462692470068118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/8023462692470068118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/arti-lambang-osis.html' title='ARTI LAMBANG OSIS'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TLXRRU7LkzI/AAAAAAAAAEg/6jiaYuksNSU/s72-c/osis_warna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-7975225693368164383</id><published>2010-10-11T12:56:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T12:58:58.292-07:00</updated><title type='text'>MUTASI  BERBUAH  FRUSTASI</title><content type='html'>Mutasi, satu kata di lingkungan kerja birokrasi yang membuat sebagian orang ketakutan. Mutasi diidentikkan dengan hukuman. Pelengseran jabatan sekaligus penurunan gengsi dan pendapatan. Sehingga mutasi kerap dijadikan senjata olah mereka yang mempunyai kekuasaan untuk melanggengkan atau membuat strategi baru untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sebenarnya mutasi hanyalah retorika kehidupan. Perputaran nasib, penyegaran atau apapun upaya untuk mempercepat dan mempermudah menjalankan suatu program. Sehingga wajar, jika para top manager melakukan mutasi. Terlepas dari like and disllike, mutasi perlu dilakukan agar ada semangat bersaing secara sehat. Jika tidak dilakukan mutasi, bisa jadi akan terjadi stagnanisasi dan pembekuan ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja karena sifat orang berbeda, mutasi dianggap sebagai pelecehan pribadi yang menurunkan kehormatan. Kehormatan yang mana??? Akibatnya bisa ditebak. Mereka yang tidak siap dimutasi, begitu terkena mutasi langsung mencak-mencak. Masih untung kalo hanya sekedar dilampiaskan dengan kata-kata. Tetapi jika kontrol emosinya tidak bisa ditahan, orang yang terkena mutasi bisa frustasi, depresi malah bisa juga kena serangan tekanan darah tinggi, stroke dan mati. Tidak jarang mereka yang tidak terima mengungkit-ungkit masalah melampiaskan dendam. Yang payah lagi, menyebar fitnah seputar mutasinya dan berusaha menjatuhkan siapapun dengan segala cara. Balas dendamnya bisa membabi buta dan gelap mata. Tidak lagi memandang permasalahan dengan jernih, seperti sudah lupa dengan dirinya sendiri Bahwa dirinya manusia. Yang kerasukan setan, malah bisa membawa masuk bui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini yang terjadi, mutasi akan memunculkan fenomena baru. Memecahkan masalah berbuah masalah. Mutasi berbuah Frustasi. Buah yang beracun. Akankan ini dibiarkan? Setiap keputusan pasti punya konsekuensi logis. Perlu kekuatan mental dan sikap ksatria untuk menerima perubahan dan kekalahan. Kalau mutasi dianggap sebagai hukuman dan ia sadar bahwa selama memegang amanah belum bisa menjalankannya anggap saja ini teguran dini dari Tuhan agar tidak terjerumus lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika mutasi ini membuat sesorang menjadi korban kebijakan, anggap saja seperti nabi Ismail yang rela berkorban karena ini perintah Tuhan. Niscaya Tuhan akan memberi pengganti yang lebih baik. Diperlukan kebesaran hati dan sikap legowo dari seseorang sebagai cermin kedewasaan seorang pemimpin. Mutasi bukan akhir segalanya. Ada hikmah dibalik mutasi. Kelak semua manusia juga akan dimutasi dari muka bumi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-7975225693368164383?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/7975225693368164383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/mutasi-berbuah-frustasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/7975225693368164383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/7975225693368164383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/mutasi-berbuah-frustasi.html' title='MUTASI  BERBUAH  FRUSTASI'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-6452862103071442004</id><published>2010-10-11T12:48:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T12:49:53.142-07:00</updated><title type='text'>REFORMASI  OSIS 2010 (SISWA WAJIB BERORGANISASI)</title><content type='html'>Masyarakat terlanjur memvonis, bahwa keberhasilan anak ditentukan dengan kecerdasan yang disimbolkan dengan prestasi dan angka. Namun sayang, karena memburu nilai dan prestise, anak dicipta seperti robot. Diprogram agar memenuhi target orang tua dan sekolah. Merekapun kurang sosialisasi dan tidak berkembang kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan sekolah terlalu banyak diarahkan ke hal-hal yang langsung berkaitan dengan kegiatan akademik. Sedikit sekali anak yang mau berkegiatan atau berorganisasi. Kalaupun ikut organisasi sekolah, seringkali hanya sebagai pelengkap membantu tugas guru. Dampaknya, ke depan anak kurang mempunyai jiwa pemimpin. Padahal banyak orang sukses yang ketika sekolah aktif berorganisasi, meski dengan kemampuan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu ada baiknya, sekolah tidak terlalu mengejar target nilai dan kelulusan. Mewajibkan siswa ikut berorganisasi lebih bermakna dan menjadi investasi jangka panjang. Dengan mewajibkan berorganisasi, akan tercipta bentuk-bentuk kegiatan yang akan memancing kreativitas anak sebagai modal mereka kelak berjuang di dunia nyata. Sekolah benar-benar menjadi kawah candradimuka, bukan seperti restoran cepat saji.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-6452862103071442004?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/6452862103071442004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/reformasi-osis-2010-siswa-wajib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/6452862103071442004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/6452862103071442004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/reformasi-osis-2010-siswa-wajib.html' title='REFORMASI  OSIS 2010 (SISWA WAJIB BERORGANISASI)'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-4145672724359881656</id><published>2010-10-11T12:44:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T12:46:03.304-07:00</updated><title type='text'>HASIL OSN IX  SMP DI MEDAN</title><content type='html'>PEMENANG OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) IX TAHUN 2010 –SMP – BIOLOGI&lt;br /&gt;No Nama Sekolah Provinsi Nilai Medali Ket.&lt;br /&gt;1 Titis Setiyobudi SMPN 1 Kauman Jawa Timur 604.87 EMAS&lt;br /&gt;2 Anang Rizki Muharrom SMPN 2 Semarang Jawa Tengah 603.83 EMAS&lt;br /&gt;3 Nurul Falahiyyah Bahri SMPN 1 Sumenep Jawa Timur 596.86 EMAS Best&lt;br /&gt;Exsperimen&lt;br /&gt;4 Ahmad Darmansyah SMP Smart Ekselensia Indonesia Jawa Barat 588.24 EMAS&lt;br /&gt;5 M. Alvin Akbar SMP Cendana Pekanbaru Riau 576.68 EMAS&lt;br /&gt;1 Edwin Satya Jaya Putra SMPK Petra 5 Surabaya Jawa Timur 576 PERAK&lt;br /&gt;2 Rizky Nur Endah Sari SMPN 1 Kebumen Jawa Tengah 563 PERAK&lt;br /&gt;3 Samuel Hobarto Sampe SMPK Sta Theresia NTT 552 PERAK&lt;br /&gt;4 Leinard Mora SMP Mahanaim Jawa Barat 548 PERAK&lt;br /&gt;5 Nila Novia Putri SMPN 1 Trenggalek Jawa Timur 548 PERAK&lt;br /&gt;6 Ahmad Maulana Ifan Akbas SMP Plus Ar-Rahmat Jawa Timur 547 PERAK&lt;br /&gt;7 Khairu Zein SMP YPVDP Bontang Kalimantan Timur 546 PERAK&lt;br /&gt;8 Ita Rostina SMPN 1 Darmaraja Jawa Barat 542 PERAK&lt;br /&gt;9 Dewi Sartika SMP Sutomo 2 Medan Sumatera Utara 541 PERAK&lt;br /&gt;10 Kesy Sasta Handani SMPN 3 Jember Jawa Timur 541 PERAK&lt;br /&gt;1 Diah Ayu Ratnaningsih SMPN 1 Ngoro Jawa Timur 538 PERUNGGU&lt;br /&gt;2 Sion Hadad Halim SMPK Calvin DKI Jakarta 536 PERUNGGU&lt;br /&gt;3 Joshua Reinhard SMPK 2 BPK Penabur DKI Jakarta 536 PERUNGGU&lt;br /&gt;4 Faisal Labib Zulfiqar SMPN 1 Sukoharjo Jawa Tengah 536 PERUNGGU&lt;br /&gt;5 Yansen Hadiputra SMP Sutomo 1 Medan Sumatera Utara 535 PERUNGGU Best&lt;br /&gt;Theory&lt;br /&gt;6 Allice Fajri Chynthia Sari SMPN 2 Kendal Jawa Tengah 532 PERUNGGU&lt;br /&gt;7 Audric Kenny Tedja SMPN 4 Pekanbaru Riau 532 PERUNGGU&lt;br /&gt;8 Riyan Iman Marsetyo SMPN 1 Gresik Jawa Timur 531 PERUNGGU&lt;br /&gt;9 Andre Fahriz Perdana Harahap SMPN 1 Tebing Tinggi Sumatera Utara 531 PERUNGGU&lt;br /&gt;10 Wicesa Nugraha SMPN 1 Tenggarong Kalimantan Timur 530 PERUNGGU&lt;br /&gt;11 I Wayan Weda Wisnawa SMPN 1 Bangli Bali 530 PERUNGGU&lt;br /&gt;12 Jessica Lius SMPK 6 Penabur DKI Jakarta 528 PERUNGGU&lt;br /&gt;13 Anas Jatikusuma SMPN 1 Tuban Jawa Timur 528 PERUNGGU&lt;br /&gt;14 Rendy Candra SMP Katholik Santo Petrus Kalimantan Barat 527 PERUNGGU&lt;br /&gt;15 M. Irfan Fathoni SMP Satya Dharma Sundjaya Lampung 527 PERUNGGU&lt;br /&gt;PEMENANG OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) IX TAHUN 2010 – SMP – FISIKA&lt;br /&gt;No Nama Sekolah Provinsi Nilai Medali Ket.&lt;br /&gt;1 Richard Akira Heru SMP PL Domonico Savio Jawa Tengah 371 EMAS Best&lt;br /&gt;Exsp&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;Best&lt;br /&gt;Theory&lt;br /&gt;2 Fransisca Susan Gozali SMP St. Ursula POS DKI Jakarta 325.5 EMAS&lt;br /&gt;3 Faisal Puji Nugroho SMPN 68 Jakarta DKI Jakarta 315.5 EMAS&lt;br /&gt;4 Clifford Ananda Surya SMPK 4 BPK Penabur DKI Jakarta 315.5 EMAS&lt;br /&gt;5 Farraz Akbar SMP Pribadi Bandung Jawa Barat 304.5 EMAS&lt;br /&gt;1 Raymond Christianto SMP Kalam Kudus Jawa Tengah 304 PERAK&lt;br /&gt;2 Christian Anthony SMPK IPEKA Tomang DKI Jakarta 303.5 PERAK&lt;br /&gt;3 Felix Utama SMPK 7 Penabur DKI Jakarta 303 PERAK&lt;br /&gt;4 Andri Hardono SMP Xaverius 2 Bandar Lampung Lampung 289.5 PERAK&lt;br /&gt;5 Josephine Monica SMPK 2 BPK Penabur DKI Jakarta 280 PERAK&lt;br /&gt;6 Paulus Anthony Halim SMP PL Bintanglaut Jawa Tengah 275 PERAK&lt;br /&gt;7 Nurul Muizah SMP Semesta Jawa Tengah 274 PERAK&lt;br /&gt;8 Ivan William Harsono SMPK Penabur Gading Serpong Banten 271.5 PERAK&lt;br /&gt;9 Lidya Pertiwi Suhandoko SMPN 1 Blitar Jawa Timur 270.5 PERAK&lt;br /&gt;10 Michael Sebastian SMPK Petra 3 Surabaya Jawa Timur 265.5 PERAK&lt;br /&gt;1 Rhesa Erick Tendean SMP Frater Don Bosco Sulawesi Utara 261 PERUNGGU&lt;br /&gt;2 Imang Eko Saputro SMPN 1 Genteng Jawa Timur 260 PERUNGGU&lt;br /&gt;3 Indra Kurniawan SMPN 1 Manyaran Jawa Tengah 258 PERUNGGU&lt;br /&gt;4 Kristo Nugraha Lian SMPK 5 BPK Penabur DKI Jakarta 258 PERUNGGU&lt;br /&gt;5 Moch Alif Rizaldi SMPN Sragen BBS Jawa Tengah 255 PERUNGGU&lt;br /&gt;6 Wibie Christianto SMP Xaverius 1 Sumatera Selatan 255 PERUNGGU&lt;br /&gt;7 Sunardi Widjaya SMPK Petra 5 Surabaya Jawa Timur 250 PERUNGGU&lt;br /&gt;8 Dheo Arokhim Yusufi Cahyo SMPN 1 Tulungagung Jawa Timur 249 PERUNGGU&lt;br /&gt;9 I Wayan Windu Sara SMPN 1 Gianyar Bali 249 PERUNGGU&lt;br /&gt;10 Hutama Satria Wibawa SMP Darma Yudha Riau 249 PERUNGGU&lt;br /&gt;11 Ima Ningtyas CP SMPN 1 Kudus Jawa Tengah 248 PERUNGGU&lt;br /&gt;12 Dian Adi Prastowo SMPN 1 Magelang Jawa Tengah 246 PERUNGGU&lt;br /&gt;13 M.Galang Merdeka SMP Al Azhar Palu Sulawesi Tengah 246 PERUNGGU&lt;br /&gt;14 Luthfi Naufan Yamin SMP Islam Al Azhar Pusat DKI Jakarta 245 PERUNGGU&lt;br /&gt;15 Coeditian Istani SMPK Santo Petrus Kalimantan Barat 244 PERUNGGU&lt;br /&gt;PEMENANG OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) IX TAHUN 2010 – SMP – MATEMATIKA&lt;br /&gt;No Nama Sekolah Provinsi Nilai Medali Ket.&lt;br /&gt;1 Jonathan Mulyawan Woenardi SMPK IPEKA Sunter DKI Jakarta 63 EMAS&lt;br /&gt;2 Cliff Alvino Wijaya SMP Karangturi Jawa Tengah 63 EMAS&lt;br /&gt;3 Cynthia Clarissa Istanto SMP PL Bintang Laut Jawa Tengah 62 EMAS&lt;br /&gt;4 Felix Setiawan SMPN 2 Jepara Jawa Tengah 56 EMAS&lt;br /&gt;5 Muhammad Rais Fathin Midzakir SMPN 1 Bogor Jawa Barat 55 EMAS&lt;br /&gt;1 Edwin Suyitno SMPK Kalam Kudus Jawa Tengah 54 PERAK&lt;br /&gt;2 Kevin Christian Wibisono SMPK IPEKA Tomang DKI Jakarta 54 PERAK&lt;br /&gt;3 Jonathan David SMPK 2 BPK Penabur Jakarta DKI Jakarta 51 PERAK&lt;br /&gt;4 Gianina Dinda Pamungkas SMPN 21 Semarang Jawa Tengah 51 PERAK&lt;br /&gt;5 Joseph Nayaka Clarence SMP Tiara Bangsa DKI Jakarta 50 PERAK&lt;br /&gt;6 Herbet Ilham Tanujaya SMP Santa Laurensia Banten 49 PERAK&lt;br /&gt;7 Reza Wahyu Kumara SMPN 1 Welahan Jawa Tengah 48 PERAK&lt;br /&gt;8 Galih Pradipto Wisnujati SMPN 9 Yogyakarta DIY 47 PERAK&lt;br /&gt;9 Ari Wibisana SMP Marsudirini Jawa Barat 45 PERAK&lt;br /&gt;10 Muhammad Al-Kahfi SMPN 5 Padang Panjang Sumatera Barat 45 PERAK&lt;br /&gt;1 Adzka Muhammad Mumtaz SMPN 1 Jember Jawa Timur 44 PERUNGGU&lt;br /&gt;2 Darryl Chandra SMPK 4 BPK Penabur DKI Jakarta 44 PERUNGGU&lt;br /&gt;3 Yosua Feri Wijaya SMPN 2 Semarang Jawa Tengah 43 PERUNGGU&lt;br /&gt;4 Arif Setiawan SMPN 1 Lubuk Sikaping Sumatera Barat 42 PERUNGGU&lt;br /&gt;5 Alan Darmasaputra Tanuwijaya SMPK Petra 5 Surabaya Jawa Timur 40 PERUNGGU&lt;br /&gt;6 MHC Al Haque SMPN Sragen Bilingual Boarding School Jawa Tengah 40 PERUNGGU&lt;br /&gt;7 Dhea Arokhman Yusufi Cahyo SMPN 1 Tulungagung Jawa Timur 40 PERUNGGU&lt;br /&gt;8 Dian Bakti SMP Xaverius 1 Jambi Jambi 39 PERUNGGU&lt;br /&gt;9 Tsesar Rizqi Pradana SMPN 1 Kediri Jawa Timur 39 PERUNGGU&lt;br /&gt;10 Ridho Ardia Rahman SMPN 1 Genteng Jawa Timur 39 PERUNGGU&lt;br /&gt;11 M. Adnan Reza. W SMPN 2 Jember Jawa Timur 38 PERUNGGU&lt;br /&gt;12 GD. Bagus Bayu Pentium SMPN 1 Singaraja Bali 38 PERUNGGU&lt;br /&gt;13 Arif Iswari SMPN 6 Bukittingi Sumatera Barat 37 PERUNGGU&lt;br /&gt;14 Janet SMP Sutomo 1 Medan Sumatera Utara 36 PERUNGGU&lt;br /&gt;15 Muhammad Wardiman SMPN 2 Bau Bau Sulawesi Tenggara 36 PERUNGGU&lt;br /&gt;PEMENANG OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) IX TAHUN 2010 – SMP – IPS&lt;br /&gt;No Nama Sekolah Provinsi Nilai Medali Ket.&lt;br /&gt;1 Ichsan Afriansyah SMPN 99 Jakarta DKI Jakarta 157 EMAS&lt;br /&gt;2 Annisa Erviena Haniev SMP Labshool Rawamangun DKI Jakarta 157 EMAS&lt;br /&gt;3 Nadya Ahda SMP Al Azhar 15 Cilacap Jawa Tengah 156 EMAS&lt;br /&gt;4 Thareq Akmal Hibatullah SMPN 1 Tangerang Banten 155 EMAS&lt;br /&gt;5 Alifan Darul Ilma SMPN 2 Jombang Jawa Timur 154 EMAS&lt;br /&gt;1 Anggi Novita Sari SMPN 2 Baturetno Jawa Tengah 153 PERAK&lt;br /&gt;2 Nela Gustina Muliawati SMPN 1 Kebumen Jawa Tengah 147 PERAK&lt;br /&gt;3 Ferin Chozalia SMPN 2 Bangkalan Jawa Timur 145 PERAK&lt;br /&gt;4 Abdul Rasyid Nur Wahidin SMPN 2 Rembang Jawa Tengah 145 PERAK&lt;br /&gt;5 Stephen Kevin Giovanni SMP Kristen Kalam Kudus Jawa Tengah 145 PERAK&lt;br /&gt;6 Basanda Etavita SMPN 1 Wonosobo Jawa Tengah 144 PERAK&lt;br /&gt;7 Ravel Alviando Yunior SMPN 2 Bandar Lampung Lampung 144 PERAK&lt;br /&gt;8 Nadzir Rangga Luqmantoro SMPN 41 Jakarta DKI Jakarta 144 PERAK&lt;br /&gt;9 M. Ridwan Deikrurrokhim SMPN 5 Yogyakarta DIY 144 PERAK&lt;br /&gt;10 Muhammad Vidi Faisal SMP IT Raudhatul Jannah Banten 144 PERAK&lt;br /&gt;1 Muhammad Zainul Anwar SMPN 1 Bangil Jawa Timur 143 PERUNGGU&lt;br /&gt;2 Fauzal Meiliani SMPN 1 Gresik Jawa Timur 143 PERUNGGU&lt;br /&gt;3 Aditya Pratama Putra SMPN 1 Mejayan Jawa Timur 143 PERUNGGU&lt;br /&gt;4 Hanny Banowati Arimbi SMP YPVDP Kalimantan Timur 143 PERUNGGU&lt;br /&gt;5 Fitria Jelita SMP Al-Kautsar Lampung 141 PERUNGGU&lt;br /&gt;6 Ida Ayu Agung Asmani SMPN 3 Denpasar Bali 140 PERUNGGU&lt;br /&gt;7 Intan Sari SMPN 7 Bukittinggi Sumatera Barat 140 PERUNGGU&lt;br /&gt;8 Ignatius Sebastian SMP Regina Pacis Jawa Barat 140 PERUNGGU&lt;br /&gt;9 Supriyadi SMPN 4 Sampit Kalimantan Tengah 139 PERUNGGU&lt;br /&gt;10 Felicia Yulianti SMPN 5 Jakarta DKI Jakarta 139 PERUNGGU&lt;br /&gt;11 Azizah Sastrawati Paneo SMPN 6 Gorontalo Gorontalo 139 PERUNGGU&lt;br /&gt;12 Mita Safira Nurmaulia SMP IT Al-Bina Maluku Utara 139 PERUNGGU&lt;br /&gt;13 Elim C. Limbong SMP YPPK St. Paulus Papua 139 PERUNGGU&lt;br /&gt;14 Ucik Devi Mirnawati SMPN 1 Penawangan Jawa Tengah 138 PERUNGGU&lt;br /&gt;15 Anna Farida SMPN 1 Sukorejo Jawa Tengah 138 PERUNGGU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-4145672724359881656?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/4145672724359881656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/hasil-osn-ix-smp-di-medan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4145672724359881656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4145672724359881656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/hasil-osn-ix-smp-di-medan.html' title='HASIL OSN IX  SMP DI MEDAN'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-1030453129121506091</id><published>2010-10-11T12:36:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T12:40:56.672-07:00</updated><title type='text'>KETIKA  KU BERSUJUD DI SEPERTIGA  KEHENINGAN  MALAM</title><content type='html'>KETIKA KU BERSUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di keheningan sepertiga malam&lt;br /&gt;Gemerik air wudlu memecah sunyi&lt;br /&gt;Menghapus kantuk melawan setan&lt;br /&gt;Langkah tapak hampiri kamar sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamparan sajadah panjang membentang&lt;br /&gt;Seuntai tasbih ada di sisi&lt;br /&gt;Selembar sarung membalut tubuh&lt;br /&gt;Temani badan menjelang subuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuangkat tangan ucapkan takbir&lt;br /&gt;Hati tersentuh jantung berdesir&lt;br /&gt;Tubuh bergerak ikuti syariat&lt;br /&gt;Takbir, tasbih, tahmid, bergantian terucap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh bersujud rendahkan diri&lt;br /&gt;Haturkan hati mendekat Ilahi&lt;br /&gt;Mohon ampun dan bermohon diri&lt;br /&gt;Haturkan diriku berserah diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik-titik air mata membasahi pipi&lt;br /&gt;Jadi kristal-kristal perwujudan hati&lt;br /&gt;Mulut terkatub permohonan tak terucap&lt;br /&gt;Yaa Alloh ..... yaaa Robbi ...............&lt;br /&gt;Kabulkan do’a kami&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-1030453129121506091?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/1030453129121506091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/ketika-ku-bersujud-di-sepertiga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/1030453129121506091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/1030453129121506091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/ketika-ku-bersujud-di-sepertiga.html' title='KETIKA  KU BERSUJUD DI SEPERTIGA  KEHENINGAN  MALAM'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-1116958125714693991</id><published>2010-10-11T12:29:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T12:30:37.751-07:00</updated><title type='text'>PERSIAPAN UJIAN  NASIONAL 2011</title><content type='html'>MEMPERCEPAT TERBITNYA ATURAN UJIAN NASIONAL&lt;br /&gt;Tahun pelajaran 2010/2011 sudah berjalan satu catur wulan. Setengah tahun lagi anak-anak kelas 3 SMP/SMA akan menempuh ujian nasioal. Beberapa sekolah pun mulai mempersiapkan anak-anak kelas 3 SMP/SMA menghadapi hajatan nasional dunia pendidikan ini. Sementara yang lain baru sekedar memprogramkan dan menunggu terbitnya aturan baru ujian nasional 2011.&lt;br /&gt;Berkaca tahun lalu, ketika bulan November 2009 aturan ujian nasional diedarkan dengan memajukan jadwal dan aturan yang lebih ketat, banyak pihak kelimpungan. Terutama guru dan siswa. Nilai kejujuran yang diusung akhirnya dijadikan alasasan utama mengapa banyak siswa tidak lulus. Ketidaksiapan itu juga menimbulkan ekses negatif lain. Mulai kecurangan, perjokian, pencurian naskah dll.&lt;br /&gt;Seyogyanya kebijakan yang mengatur pelaksanaan ujian nasional segera diterbitkan. Sehingga siswa, guru, sekolah dan pihak-pihak yang berkompeten dengan pendidikan siap lebih dini. Agar nantinya tidak ada alasan lagi siswa tidak lulus karena kurang waktu belajar, tidak siap mental atau karena pengawasan yang ketat. Diharapkan aturan yang baru tidak terlalu memberatkan siswa. Baik waktu, materi, atau syarat kelulusannya. Kejujuran tetap menjadi nafas utama ujian nasional. Yang lebih penting anak-anak lulus dengan prestasi tinggi dan jujur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-1116958125714693991?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/1116958125714693991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/persiapan-ujian-nasional-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/1116958125714693991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/1116958125714693991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/persiapan-ujian-nasional-2011.html' title='PERSIAPAN UJIAN  NASIONAL 2011'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-4696999630201150188</id><published>2010-10-11T12:24:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T12:27:17.885-07:00</updated><title type='text'>ANAK SEKOLAH STUDY BANDING KE LUAR NEGERI  UNTUNG APA?</title><content type='html'>STUDY BANDING SISWA TIDAK PERLU KE LUAR NEGERI&lt;br /&gt;Study banding ke luar negeri semakin ngetrend. Tidak hanya pejabat tinggi, pimpinan daerah, atau wakil rakyat. Para siswa pun kini ikut-ikutan diprogramkan study banding ke luar negeri. Kegiatan yang rata-rata dilakukan sekolah berlabel SBI/RSBI. Dengan program sister school serta ingin melihat kemajuan pendidikan di negeri seberang, sekolah mengirim siswa ke luar negeri agar bisa mengadopsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya tidak lagi menjadi persoalan. Dengan dukungan sekolah, komite dan orang tuanya, anak-anak pun antusias mengikutinya. Tentu bukan faktor tujuan utamanya saja, mereka pun ingin mewujudkan impian melancong. Ikut-ikutan para pendahulunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hal ini tidak salah, study banding pendidikan bagi siswa ke luar negeri tidak terlalu penting. Dengan perbandingan fasilitas dan budaya bangsa yang kadang seperti langit dan bumi, program study banding model ini malah sering membuat peserta semakin katrok. Tercengang dan lebih banyak herannya daripada keoptimisan kemampuan mengadopsi pendidikan plusnya. Lebih baik dana studi banding ini untuk membantu rekan-rekan mereka yang ingin menempuh pendidikan bermutu. Sekolah untuk berprestasi, bukan mengejar gengsi. Masih banyak sekolah di dalam negeri yang kualitasnya lebih baik dari sekolah di luar negeri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-4696999630201150188?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/4696999630201150188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/anak-sekolah-study-banding-ke-luar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4696999630201150188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4696999630201150188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/10/anak-sekolah-study-banding-ke-luar.html' title='ANAK SEKOLAH STUDY BANDING KE LUAR NEGERI  UNTUNG APA?'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-3864792896612477909</id><published>2010-09-08T20:00:00.001-07:00</published><updated>2010-09-08T20:04:10.509-07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TIhOHUShkWI/AAAAAAAAAEY/Zp82EocGeCk/s1600/ucapan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 248px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TIhOHUShkWI/AAAAAAAAAEY/Zp82EocGeCk/s400/ucapan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514743631327629666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-3864792896612477909?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/3864792896612477909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-rata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/3864792896612477909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/3864792896612477909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-rata.html' title='Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TIhOHUShkWI/AAAAAAAAAEY/Zp82EocGeCk/s72-c/ucapan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-93655263832158502</id><published>2010-08-28T15:34:00.001-07:00</published><updated>2010-08-28T15:34:44.227-07:00</updated><title type='text'>PENGGUNI  TERAKHIR  KELAS VIIF</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-0b.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3386706919829529867&amp;amp;site=widget-0b.slide.com" style="width:400px;height:320px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3386706919829529867&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-0b.slide.com/p1/3386706919829529867/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3386706919829529867&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-0b.slide.com/p2/3386706919829529867/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;at=un&amp;id=3386706919829529867&amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-0b.slide.com/p4/3386706919829529867/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-93655263832158502?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/93655263832158502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/08/pengguni-terakhir-kelas-viif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/93655263832158502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/93655263832158502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/08/pengguni-terakhir-kelas-viif.html' title='PENGGUNI  TERAKHIR  KELAS VIIF'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-4322841703537452787</id><published>2010-06-01T19:31:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T23:03:22.046-07:00</updated><title type='text'>DIARAHKAN KEMANA DUNIA PENDIDIKAN KITA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TAXz8YbsKvI/AAAAAAAAAD4/brKdAg6vscc/s1600/DSC06296.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TAXz8YbsKvI/AAAAAAAAAD4/brKdAg6vscc/s200/DSC06296.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478052740442368754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masa Ujian siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK Negeri Swasta Telah berakhir, Namun sepertinya kita telah kehilangan roh dalam Pembelajaran jika kita lihat lagi apa yang terjadi. Siswa-siswa Bangga terhadap prestasi yang semu yang didapatkan dari hasil yang direkayasa, mereka yang mengetahui lulus setelah melihat pengumuman serentak bersorak padahal hasil yang dicapai tidak murni dari hasil prestasi yang dimiliki karena saat pelaksanaa Ujian mereka hanya bermodal HP yang gunanya untuk menerima Jawaban dari Tutor/Joki/Guru Khusus. Keadaan tambah parah ketika pendaftaran kesekolah yang lebih tinggi harus menggunakan Raport kelas yang diharuskan memiliki rata-rata 75 maka terpaksa guru-guru hati-hati dalam menulis nilai siswa, terpaksa menulis nilai diatas 75 yang jelas-jelas tidak sesuai dengan kondisi prestasi siswa sebenarnya.&lt;br /&gt;         Kami para guru cenderung lebih suka nilai apa adanya dengan kelulusan tidak tergantung daru hasil DANUN / DANUAS untuk masuk ke pendidikan lebih tinggi harus melalui test masuk dan tidak diDOkrin harus siswa naik kelas agar guru bisa bekerja lebih Enjoi/kosentrasi mengajar tanpa intervensi Kepala Sekolah yang selama ini ada&lt;br /&gt;(tulisan ini adalah curahan hati sejujur-jujurnya yang selama ini kami dalam bekerja dibayang-bayangi dosa atas rekayasa yang tidak benar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-4322841703537452787?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/4322841703537452787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/06/diarahkan-kemana-dunia-pendidikan-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4322841703537452787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4322841703537452787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/06/diarahkan-kemana-dunia-pendidikan-kita.html' title='DIARAHKAN KEMANA DUNIA PENDIDIKAN KITA'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/TAXz8YbsKvI/AAAAAAAAAD4/brKdAg6vscc/s72-c/DSC06296.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-2071068634849727403</id><published>2010-05-17T18:38:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T18:58:26.193-07:00</updated><title type='text'>JADILAH  YANG  TERBAIK</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;ANDAI KATA ANDA TIDAK MUNGKIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;MENJADI PUCUK CEMARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;DIPUNCAK BUKIT SANA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;JADILAH SAJA PERDU DILEMBAH SANA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PERDU YANG TERBAIK DISISI BUKIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;JADIKANLAH BELUKAR SAJA BILA TIDAK JADI POHON&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-2071068634849727403?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/2071068634849727403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/05/jadilah-yang-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/2071068634849727403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/2071068634849727403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/05/jadilah-yang-terbaik.html' title='JADILAH  YANG  TERBAIK'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-4569636701996200939</id><published>2010-05-15T07:31:00.001-07:00</published><updated>2010-05-15T07:32:29.483-07:00</updated><title type='text'>UN Diselenggarakan dgn Alasan Ketakpercayaan</title><content type='html'>&lt;div class="date"&gt;Ditulis oleh &lt;a href="http://urip.wordpress.com/"&gt;Urip.WP.Com&lt;/a&gt; di/pada 9 April 2010&lt;/div&gt;&lt;div class="entry"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;Suatu ketika mendiknas M. Nuh di Kompas berkomentar, ujian nasional itu dijadikan salah satu syarat kelulusan karena pihak sekolah selama ini tidak berlaku jujur… Indikasinya selama Ebtanas, UAN, hingga UN banyak sekolah yang meloloskan siswanya 100%. Tidak logis memang, dengan kondisi guru, fasilitas belajar minim kok bisa lulus 100%. Sebagai alat jika selalu lulus 100%, maka ujian nasional itu ibarat saringan yg sudah rusak… tak bisa menyaring. Rusaknya saringan ini karena mental manusianya yg kurang dan semestinya bisa dibenahi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan soal sudah dikawal ketat… ujian yg mengawasi dua orang guru, e bocor juga. Terus tidak lama lagi pengumuman kelulusan… lulus nyaris 100% atau kalau tidak yah untuk memantas-mantaskan saja. biar kelihatan jujur, padahal nonsen dah.&amp;nbsp; Setelah banyak aduhan soal tindak kecurangan maka muncul pernyataan akan mengevaluasi soal pelaksanaan UN lagi… Basi rasanya… mestinya ganti pola baru yg lebih manusiawi, mengembalikan kewenangan guru untuk “memvonis siswanya”. Mulailah berduyun-duyun model alternatif, yang saya yakini itu tidak akan menghasilkan perubahan signifikan dalam hal kejujuran.&lt;br /&gt;Jadi kata kunci dalam ujian apapun itu namanya adalah kejujuran. Kejujuran bahwa seperti itulah kemampuan siswa kita. Sadari itu perlu pembenahan di sana-sini. Seret dana yg gak efektif itu untuk membangun sistem pembelajaran dan sistem ujian yg handal, bisa dipercaya. Bunuh semua proses jalur pintas, semacam les yg hanya mengejar target dapat nilai bagus tapi tanpa proses ilmiah yg logis. Efisiensi dana yg sering bocor, morat-marit karena kesalahan terstruktur, yg berakibat semua kualitas menurun adalah salah satu bagian sistem yg perlu di permak habis.&lt;br /&gt;Banyak pengemplang pendidikan yg bersembunyi dibelakang topeng pejabat-pejabat korup. Sogok sana-sini, tilep sana-sini, sistem rusak. Semua karena bermotif satu mengenyangkan perut. Pejabat atas menekan pejabat bawahnya. Bahkan untuk menjadi pejabat mesti “nyogok”, baik secara langsung maupun tak langsung, sebelum atau selama menjabat. Banyak perjanjian2 yg bersifat ngrogoti harta negara. Dampaknya fatal buat pendidikan dengan carut-marut, compang-camping, yang tidak bisa diselamatkan lagi. Kehebatan-kehebatan semu belaka yg didapat.&lt;br /&gt;Jika divoting sebenarnya siapa sih yg tak hendak pendidikan di negeri ini hebat. Tapi lantas mengapa tak beranjak menjadi lebih baik. Tak beranjak untuk merealisasikan jalan menuju lebih baik. Hasil baik, manakala prosesnya juga baik. Apa tak mungkin memberantas ketidakbaikan itu. Ah…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-4569636701996200939?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/4569636701996200939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/05/un-diselenggarakan-dgn-alasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4569636701996200939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/4569636701996200939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/05/un-diselenggarakan-dgn-alasan.html' title='UN Diselenggarakan dgn Alasan Ketakpercayaan'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-2454705173551399649</id><published>2010-05-15T03:37:00.001-07:00</published><updated>2010-05-15T03:39:00.646-07:00</updated><title type='text'>Lebih berat 5 kg besi ketimbang 5 kg kapas</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://cintaadalahmatematika.blogspot.com/2009/01/lebih-berat-5-kg-besi-ketimbang-5-kg.html"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;Pagi itu aku melihat siswaku yang bernama Udin sedang duduk sendiri merenung di depan kelas. Mukanya tampak kusut tak keruan, seperti menandakan ada yang mengganjal pikirannya.&lt;br /&gt;Aku bergegas mendatangi Udin. Mungkin aku bisa menghibur supaya dia kembali ceria.&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum Udin".&lt;br /&gt;Udin yang tadi merenung menjadi terkejut mendengar ucapan salam dariku.&lt;br /&gt;"Eh, bapak. Alaikumussalam Pa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Udin, dari tadi bapak perhatikan, kamu tidak seperti biasanya. ada masalah ya? ceritakan aja ke Bapak mungkin bapak bisa bantu?" aku bertanya sambil memasang muka serius penuh simpati.&lt;br /&gt;"mmmmmmmmhhhhhhhhh", Udin hanya bergumam mendengar pertanyaanku.&lt;br /&gt;"Ada apa Udin? ko tidak menjawab pertanyaan bapak." aku bertanya lagi.&lt;br /&gt;"Begini pa. Kemarin sore Udin membeli cd film, judulnya bagus Pa. keren. tapi saat diputar di rumah, tidak ada gambarnya. Hanya warna biru dan tampilan waktu saja. Udin merasa rugi Pak." Udin mengeluarkan uneg-uneg di dadanya dengan emosi.&lt;br /&gt;"O.... begitu ya Din. Emangnya apa judul cd nya? aku bertanya sambil mengangguk.&lt;br /&gt;"CD cleaner Pa"&lt;br /&gt;Mendengar judul itu aku langsung tertawa keras sambil memegang perut. "Hua...ha...hua...ha...." tapi saat melihat muka Udin aku langsung menutup mulut. Aku sadar kalau tertawa ku akan menyakiti Udin padahal niatku sebelumnya untuk menghibur. Aku buru-buru minta maaf.&lt;br /&gt;"Maaf ya Din. Tadi bapak tak kuat menahan tawa. Kamu sih ada-ada saja".&lt;br /&gt;"Kok bapak tertawa?" Udin bertanya dengan muka kesal.&lt;br /&gt;"Udin, cd cleaner itu artinya cd pembersih. Jadi cd cleaner itu bukan cd film melainkan untuk membersihkan optik cd player supaya cd player tetap awet. fffff " aku menjelaskan sambil menahan tawa.&lt;br /&gt;Tapi yang namanya Udin tidak mau kalah. Rupanya dia tidak suka aku tertawa dan ingin balas kelakuanku.&lt;br /&gt;"Bapak saya punya teka-teki. Bapak harus jawab ya"&lt;br /&gt;"Teka-teki?" aku bertanya sambil mengkerutkan dahi. aku membatin mungkin dia ingin membalas.&lt;br /&gt;"Baiklah. apa teka-tekinya?"&lt;br /&gt;"Manakah yang lebih berat, 5 kg besi atau 5 kg kapas?"&lt;br /&gt;Mendengar teka-teki itu aku hanya tersenyum. Inikan hanya teka teki biasa yang sudah sering ku dengar. Kemudian aku menjawab dengan alasannya. "Udin, tentunya tidak ada yang lebih berat. 5 kg besi itu sama beratnya dengan 5 kg kapas. Kan sama-sama 5 kg". Aku kembali tersenyum karena merasa menang.&lt;br /&gt;"Bapak salah. 5 kg besi lebih berat!" kemudian Udin loncat kegirangan.&lt;br /&gt;"Lho kok salah?" aku bertanya keheranan.&lt;br /&gt;"Bapak, kalau 5 kg besi dipukulkan ke kepala tentu sakitnya akan lebih berat ketimbang 5 kg kapas. benarkan? makanya Pak. seharusnya tanya dulu semesta pembicaraan kita. Hua....ha....ha...." kini gantian Udin yang tertawa.&lt;br /&gt;"%&amp;amp;)#5kg@#@$%$%" Aku tidak bisa menjawab lagi.&lt;br /&gt;Namun, walaupun Udin tertawa, aku tidak marah. Tujuanku sudah tercapai karena ia sudah kembali tertawa. Kemudian aku ikut tertawa juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-2454705173551399649?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/2454705173551399649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/05/lebih-berat-5-kg-besi-ketimbang-5-kg.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/2454705173551399649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/2454705173551399649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/05/lebih-berat-5-kg-besi-ketimbang-5-kg.html' title='Lebih berat 5 kg besi ketimbang 5 kg kapas'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6389214422434940806.post-3214142257803814721</id><published>2010-05-15T02:32:00.001-07:00</published><updated>2010-05-15T03:29:51.788-07:00</updated><title type='text'>LUAS SEGITIGA TANPA MENGHITUNG TINGGINYA</title><content type='html'>&lt;div class="posttitle"&gt;&lt;h2&gt;(menghitung luas segitiga tanpa menggunakan&amp;nbsp;tinggi)&lt;/h2&gt;&lt;div class="post-info"&gt;May 3, 2010 by &lt;a href="http://ariaturns.wordpress.com/author/tetetopabizz/" title="Posts by Aria Turns"&gt;Aria Turns&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" class="size-thumbnail wp-image-2485 alignright" height="129" src="http://ariaturns.files.wordpress.com/2010/05/segitiga.gif?w=150&amp;amp;h=129" title="segitiga" width="150" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barusan saya menerima telepon dari Pak’de saya. Beliau bertanya bagaimana menghitung luas segitiga tanpa kita ketahui tingginya, yang kita ketahui hanya panjang ketiga sisinya. Sejauh apa yang ketahui, namanya menghitung luas segitiga pastilah memerlukan tinggi, yang saya ketahui luas segitiga=1/2×alas×tinggi.&amp;nbsp;Setelah googling sebentar ternyata ada rumus menghitung luas segitiga tanpa menngunakan tinggi, hanya menggunakan ketiga panjang sisinya saja, rumus tersebut dinamakan &lt;b&gt;rumus heron&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;Rumus heron&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diketahui suatu segitiga mempunyai sisi-sisi sepanjang &lt;img alt="a" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=a&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="a" /&gt;, &lt;img alt="b" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=b&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="b" /&gt; dan &lt;img alt="c" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=c&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="c" /&gt; maka luasnya adalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="{\displaystyle Luas=\sqrt{s\left(s-a\right)\left(s-b\right)\left(s-c\right)}}" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%7B%5Cdisplaystyle+Luas%3D%5Csqrt%7Bs%5Cleft%28s-a%5Cright%29%5Cleft%28s-b%5Cright%29%5Cleft%28s-c%5Cright%29%7D%7D&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="{\displaystyle Luas=\sqrt{s\left(s-a\right)\left(s-b\right)\left(s-c\right)}}" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;apa itu &lt;img alt="s" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=s&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="s" /&gt;?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding-left: 30px; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="s=\frac{a+b+c}{2}" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=s%3D%5Cfrac%7Ba%2Bb%2Bc%7D%7B2%7D&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="s=\frac{a+b+c}{2}" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah..&lt;img alt="s" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=s&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="s" /&gt; ini disebut &lt;b&gt;semiperimeter&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6389214422434940806-3214142257803814721?l=j00d11.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://j00d11.blogspot.com/feeds/3214142257803814721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/05/luas-segitiga-tanpa-menghitung_15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/3214142257803814721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6389214422434940806/posts/default/3214142257803814721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://j00d11.blogspot.com/2010/05/luas-segitiga-tanpa-menghitung_15.html' title='LUAS SEGITIGA TANPA MENGHITUNG TINGGINYA'/><author><name>jodi go blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673181033572845117</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_KT-7G17_TMs/So8dFKzofxI/AAAAAAAAAA4/nJx_n3piG3M/S220/pono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
